SPK Penilaian Kinerja Karyawan Metode SMART

45

Pengertian Definisi Metode SMART

SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) merupakan metode pengambilan keputusan yang multiatribut yang dikembangkan oleh Edward pada tahun 1971 (Filho 2005). Pendekatan ini dirancang pada awalnya untuk memberikan cara mudah untuk menerapkan teknik MAUT (Multi-Attribute Utility Theory). Selama bertahun-tahun, kegagalan dalam metode ini telah diidentifikasi, dan telah diperbaiki (Edwards and Barron, 1994) yang menciptakan metode SMARTS dan SMARTER, yang menyajikan dua bentuk berbeda untuk memperbaiki kekurangan ini (Filho, 2005). Dalam artikel ini, digunakan metode SMART.

SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) merupakan metode pengambilan keputusan yang multiatribut. Teknik pembuatan keputusan multiatribut ini digunakan untuk mendukung pembuat keputusan dalam memilih antara beberapa alternatif. Setiap pembuat keputusan harus memilih sebuah alternatif yang sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

Setiap alternatif terdiri dari sekumpulan atribut dan setiap atribut mempunyai nilai-nilai. Nilai ini dirata-rata dengan skala tertentu.Setiap atribut mempunyai bobot yang menggambarkan seberapa penting skala tertentu. Setiap atribut mempunyai bobot yang menggambarkan seberapa penting suatu atribut dibandingkan dengan atribut lain. Pembobotan dan pemberian peringkat ini digunakan untuk menilai setiap alternatif agar diperoleh alternatif terbaik.

SMART mengunakan linier adaptif model untuk meramal nilai setiap alternatif. SMART lebih banyak digunakan karena kesederhanaannya dalam merespon kebutuhan pembuat keputusan dan caranya menganalisa respon.Analisis yang terbaik adalah transparan sehingga metode ini memberikan pemahaman masalah yang tinggi dan dapat diterima oleh pembuat keputusan.Pembobotan pada SMART mengunakan skala 0 sampai 1, sehingga mempermudah perhitungan dan perbandingan nilai pada masing-masing alternatif. Model yang digunakan dalam SMART yaitu :

1.1. Tahapan Metode SMART

Tahapan-tahapan yang ada dalam metode SMART adalah sebagai berikut (Goodwin and Wright 2004) :

1.1.1. Langkah 1 : Menentukan Kriteria

Menentukan kriteria yang digunakan dalam menyelesaikan masalah pengambilan keputusan. Untuk menentukan kriteria-kriteria apa saja yang digunakan dalam sistem pengambilan keputusan ini diperlukan data-data dari pengambil keputusan atau pihak yang berwenang/kompeten terhadap masalah yang akan diselesaikan.

1.1.2. Langkah 2 : Menentukan Bobot Kriteria

Memberikan bobot kriteria pada masing-masing kriteria dengan menggunakan interval 1-100 untuk masing-masing kriteria dengan prioritas terpenting.

1.1.3. Langkah 3 : Normalisasi Bobot Kriteria

Menghitung normalisasi bobot dari setiap kriteria dengan membandingkan nilai bobot kriteria dengan jumlah bobot kriteria, menggunakan persamaan : wi=w′i∑mj=1wj .. [SMT-01] Keterangan

  • wi : bobot kriteria ternormalisasi untuk kriteria ke-i
  • w’i : bobot kriteria ke-i
  • wj : bobot kriteria ke-j
  • j : 1,2,3, … , m jumlah kriteria

1.1.4. Langkah 4 : Memberikan Nilai Parameter untuk Tiap Kriteria

Memberikan nilai kriteria untuk setiap alternatif, nilai kriteria untuk setiap alternatif ini dapat berbentuk data kuantitatif (angka) ataupun berbentuk data kualitatif, misalkan nilai untuk kriteria harga sudah dapat dipastikan berbentuk kuantitatif sedangkan nilai untuk kriteria fasilitas bisa jadi berbentuk kualitatif (sangat lengkap, lengkap, kurang lengkap).

Apabila nilai kriteria berbentuk kualitatif maka kita perlu mengubah ke data kuantitatif dengan membuat parameter nilai kriteria, misalkan sangat lengkap artinya 3, lengkap artinya 2 dan tidak lengkap artinya 1.

1.1.5. Langkah 5 : Menentukan Nilai Utility

Menentukan nilai utility dengan mengkonversikan nilai kriteria pada masing-masing kriteria menjadi nilai kriteria data baku. Nilai utility ini tergantung pada sifat kriteria itu sendiri.

1.1.5.1. Kriteria Biaya (Cost Criteria)

Kriteria yang bersifat “lebih diinginkan nilai yang lebih kecil” kriteria seperti ini biasanya dalam bentuk biaya yang harus dikeluarkan (misalkan kriteria harga, kriteria penggunaan bahan bakar per kilometer untuk pembelian mobil, periode pengembalian modal dalam suatu usaha, kriteria waktu pengiriman) dapat dihitung dengan menggunakan persamaan : ui(ai)=(cmax−cout)(cmax−cmin) .. [SMT-02] Keterangan

  • ui(ai) : nilai utility kriteria ke-i untuk alternatif ke-i
  • cmax : nilai kriteria maksimal
  • cmin : nilai kriteria minimal
  • cout : nilai kriteria ke-i

1.1.5.2. Kriteria Keuntungan (Benefit Criteria)

Kriteria yang bersifat “lebih diinginkan nilai yang lebih besar“, kriteria seperti ini biasanya dalam bentuk keuntungan (misalkan kriteria kapasitas tangki untuk pembelian mobil, kriteria kualitas dan lainnya). Persamaan yang digunakan untuk menentukan nilai utility jenis ini adalah : ui(ai)=(cout−cmin)(cmax−cmin) .. [SMT-03] Keterangan

  • uj(ai) : nilai utility kriteria ke-j untuk alternatif ke-i
  • cmax : nilai kriteria maksimal
  • cmin : nilai kriteria minimal
  • cout : nilai kriteria alternatif ke-i

1.1.6. Langkah 6 : Menentukan Nilai Akhir

Menentukan nilai akhir dari masing-masing dengan mengalikan nilai yang didapat dari normalisasi nilai kriteria data baku dengan nilai normalisasi bobot kriteria. Kemudian jumlahkan nilai dari perkalian tersebut u(ai)=∑mj=1wj∗uj(ai) .. [SMT-04] Keterangan

  • u(ai)

: nilai total untuk alternatif ke-i wj : nilai bobot kriteria ke-j yang sudah ternormalisasi uj(ai)

  • : nilai utility kriteria ke-j untuk alternatif ke-i

1.1.7. Langkah 7 : Perangkingan

Hasil dari perhitungan Nilai akhir kemudian diurutkan dari nilai yang terbesar hingga yang terkecil, alternatif dengan nilai akhir yang terbesar menunjukkan alternatif yang terbaik

1.2. Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana metode-metoda Multiple Criteria Decision Making (MCDM) yang lain, metoda SMART juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dari metoda SMART tersebut.

1.2.1. Kelebihan

  • Simple Multi-attribute Rating Technique (SMART) dapat digunakan dengan cepat mendapatkan skor total tertimbang (Huang 2011).
  • SMART adalah salah satu metode MCDM yang paling dapat diterapkan, dan karena mayoritas para panelis tidak akrab dengan metode MCDM, metode ini harus sederhana (Yeh dan Chang 2009).
  • Metode SMART mudah untuk dimodifikasi ketika pengaruh jumlah kategori meningkat (Yeh dan Chang 2009).
  • Pendekatan SMART menggunakan skala rasio untuk menilai preferensi panelis(Yeh dan Chang 2009).
  • SMART adalah teknik yang bermanfaat karena sederhana, mudah dan membutuhkan sedikit waktu dalam pengambilan keputusan yang cukup penting bagi mereka yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan (Gu et al. 2012).
  • Di SMART, mengubah jumlah alternatif tidak akan mengubah keputusan sejumlah alternatif asli dan ini berguna ketika alternatif baru ditambahkan (Chen dan Hou 2004; Panagopoulos et al. 2012).
  • Menggunakan SMART dalam ukuran kinerja dapat menjadi alternatif yang lebih baik daripada metode yang lain (Gu et al. 2012).
  • SMART sangat populer karena analisisnya menggabungkan berbagai macam kriteria kuantitatif dan kualitatif (Chen dan Hou 2004).
  • SMART telah berhasil diterapkan dalam masalah MCDM, pendekatan ini tidak efektif ketika berhadapan dengan ketidaktahuan yang melekat penilaian linguistik di pengambilan keputusan (Gu et al. 2012; Chen dan Hou 2004).
  • Keuntungan dari model SMART adalah bahwa ia tidak bergantung pada alternatif (Panagopoulos dkk. 2012; Afshar dkk. 2011).
  • Para peserta nonteknis merasa bahwa SMART lebih mudah dipahami dibandingkan dengan metode Trade-off (Dai et al. 2012).

1.2.2. Kekurangan

  • Telah ditekankan bahwa perbandingan tentang pentingnya atribut adalah tidak berarti, jika tidak mencerminkan rentang konsekuensi dari atribut itu juga (Von Winterfeldt dan Edwards 1986).
  • Salah satu keterbatasan teknik ini adalah bahwa tehnik ini mengabaikan hubungan timbal balik antar parameter (Demirci et al. 2009).
  • Peringkat alternatif tidak relatif; mengubah jumlah alternatif dianggap tidak akan dengan sendirinya mengubah nilai keputusan dari alternatif asli (Valiris et al. 2005).
  • Karena banyaknya atribut, metode SMART akan terlalu sulit untuk diterapkan dan dipertahankan (Benzerra et al. 2012).

STUDI KASUS Metode SMART

Penilaian Kinerja Pegawai Kontrak SPK Metode SMART

No Kriteria Utility
1 Absensi Ketidakhadiran Cost
2 Kerjasama Tim Benefit
3 Kemampuan Benefit
4 Perilaku Benefit
5 Loyalitas Benefit
6 Disiplin Benefit 4

Penilaian Kinerja Karyawan SPK Metode SMART

No Kriteria Utility
1 Absensi Cost
2 Pendapatan Benefit
3 Retur Cost
4 Pengeluaran Cost
5 Keterlambatan Cost
6 Pelayanan Benefit

PRINSCREEN

APLIKASI KE 1

Dashboard SMART
Dashboard SMART
Kelola Kriteria Aplikasi SMART
Kelola Kriteria Aplikasi SMART
Menilai Karyawan
Menilai Karyawan
Proses Hitung Metode SMART
Proses Hitung Metode SMART

APLIKASI KE 2

SPK Metode SMART
Dashboard SPK Metode SMART
Kelola Kriteria SPK Metode SMART
Kelola Kriteria SPK Metode SMART

SPK Metode SMART
Penilaian Karyawan SPK Metode SMART

Dicoding dengan PHP Native MYSQLi

77%
Good
  • Design
  • Algoritma
  • Konsep

Anda mungkin ingin membaca ini