Sistem Informasi Puskesmas

138

Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS)

Download Sourcecode Sistem Informasi puskesmas (Simpus) dirancang hanya untuk digunakan  di sebuah unit puskesmas. Tidak pada dinas kesehatan provinsi. Tepat apabila hanya disebut sistem informasi layanan pasien puskesmas. Dibangun dengan berbasis web PHP codeigniter MySQL.

Apabila mahasiswa punya waktu, dan memililiki koneksi ke dinas kesehatan provinsi, lebih baik mengembangkan prototype sistem informasi perpustakaan yang lebih luas. Gambaran sistem informaso perpustakaan yang lebih luasditunjukkan dengan artikel dibagian paling bawah, setelah printscreen aplikasi.

 

Sistem Informasi Layanan Pasien di Puskemas

Layanan : pendaftaran, rekam medis, pembuatan surat rujukan, dll lupa blm di cek lagi
Pengguna :Adminitrasi, dokter, apoteker, perawat

 

 

Preenscreen

halaman admin simpus

kelola simpus

 

https://bidan-sulastri.blogspot.co.id/2017/10/gambaran-sistem-informasi-puskesmas.html

Pengertian Sistem Informasi Puskesmas

Sistem Informasi Kesehatan merupakan  gabungan perangkat dan prosedur yang digunakan untuk mengelola siklus informasi (mulai dari pengumpulan data sampai pemberian umpan balik informasi) untuk mendukung pelaksanaan tindakan tepat dalam perencanaan, pelaksanaan dan pemantauan kinerja sistem kesehatan. Informasi kesehatan selalu diperlukan dalam pembuatan program kesehatan mulai dari analisis situasi, penentuan prioritas, pembuatan alternatif solusi, pengembangan program, pelaksanaan dan pemantauan hingga proses evaluasi. Puskesmas merupakan salah satu instansi yang bergerak dibidang pelayanan jasa kesehatan masyarakat.

 

Sistem Informasi Puskesmas (Simpus) yaitu seluruh kegiatan Puskesmas mulai registrasi, tindakan medis/pengobatan, farmasi/apotik,  serta menejemen terhubung menjadi satu dengan sitem real online (up to date). Setiap saat menejemen atau pihak yang berkepentingan dapat memonitor perkembangannya.

 

Pengembangan sistem informasi Puskesmas

Perencanaan suatu sistem informasi Puskesmas dilakukan dengan mempertimbangkan dua faktor yakni informasi dan proses, yang berbasis pada struktur manajemen Puskesmas yang bersangkutan. Secara garis besar struktur manajemen Puskesmas dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian struktural dan fungsional. Aktivitas pada bagian struktural lebih berhubungan dengan penanganan aspek administratif dan Puskesmas yang bersangkutan seperti pembayaran dan perlengkapan, sedangkan aktivitas pada bagian fungsional lebih terfokus pada sisi pelayanan kesehatan pada pasien.

Faktor lain yang tidak kalah penting untuk menjadi dasar pengembangan sistem informasi Puskesmas adalah faktor keamanan, baik keamanan terhadap transmisi data maupun keamanan terhadap isi informasi atau information content. Salah satu bagian yang sangat memfokuskan perhatiannya terhadap masalah keamanan sistem informasi di Puskeswmas adalah bagian pelayananan di BP. Data-data pada bagian ini berupa terbagi menjadi dua data utama yaitu data hasil pemeriksaan dan data diagnosis, dimana kedua jenis data tersebut menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan privasi pasien.

 

Struktur Puskesmas

Adapun tugas pokok dan fungsi masing-masing bagian di Pusat Kesehatan Masyarakat adalah sebagai berikut :

Kepala Puskesmas
1. Melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, bimbingan dan supervisi.
2. Mengadakan koordinasi di tingkat kecamatan.
3. Sebagai penggerak pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan.
4. Sebagai tenaga ahli pendamping Camat.
5. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan di puskesmas

Koordinator Unit Tata Usaha
1. Merencanakan dan mengevaluasi kegiatan di unit TU
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unit TU
3. Menggantikan tugas Kepala Puskesmas bila Kepala
4. Puskesmas berhalangan hadir

Keuangan
1. Melakukan perencanaan Keuangan
2. Merealisasikan Keuangan
3. Membuat pembukuan/penutupan kas.
4. Mengambil gaji dan dana operasional serta yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai
5. Pencatatan dan Pelaporan
6. Membuat petikan daftar gaji
7. Menerima setoran dari masing-masing unit pelayanan
8. Mengkoordinir bendahara-bendahara di Puskesmas
9. Melakukan setoran perda ke kas daerah

Umum
1. Rigistrasi Surat Masuk dan Keluar
2. Melanjutkan disposisi Pimpinan
3. Membuat konsep surat
4. Mengkoordinir kegiatan petugas bagian pengiriman semua laporan puskesmas.
5. Mengkoordinir kegiatan petugas bagian perbaikan sarana puskesmas
6. Mengarsipkan surat.
7. Melakukan kegiatan yang bersifat umum.
8. Mengkoordinir pembuatan spanduk yang bersifat umum

Kepegawaian
1. Membuat laporan kepegawaian (Absensi, bezzeting, DUK, lap.triwulan, tahunan ,dsb.)
2. Mengetik DP 3 yang sudah di isi nilai oleh Atasan Langsung
3. Mendata dan mengarsipkan file pegawai.
4. Mengusulkan cuti dan kenaikan pangkat
5. Mengusulkan tunjangan pegawai ( Penyesuaian Fungsional, Baju, Sepatu dan lain-lain)

Data dan Informasi
1. Sebagai pusat data dan informasi puskesmas.
2. Mengumpulkan dan mengecek laporan puskesmas sebelum dikirim ke dinas kesehatan
3. Menyajikan laporan dalam bentuk visualisasi data (tabel, grafik,dll)
4. Mengidentifikasi masalah program dari hasil visualisasi data dan menyerahkan hasilnya kepada koordinator perencanaan dan penilaian
5. Bersama-sama team data dan informasi menyusun semua laporan puskesmas (PTP, minilok, Lap. Tahunan, Stratifikasi, dsb.)
6. Pencatatan dan pelaporan.

Perencanaan dan Evaluasi
1. Mengkoordinir kegiatan team perencanaan dan penilaian
2. Menyusun jadwal evaluasi kegiatan puskesmas secara kontinyu
3. Menyusun laporan hasil evaluasi dan perencanaan untuk selanjutnya diserahkan kepada koord. data & informasi serta koordinasi program terkait
4. Mengarsipkan hasil kegiatan

Koordinator UPTF Upaya Kesehatan Masyarakat
1. Mengkoordinir dan bertanggung jawab dalam penyusunan perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit P2M,PROM. KES, KIA/KB, GIZI dan KESLING
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di Unitnya

Koordinator Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2M)
1. Menyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit P2M
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unitnya.
3. Ikut secara aktif mencegah dan mengawasi terjadinya peningkatan kasus penyakit menular serta menindak lanjuti terjadinya KLB.

Pemegang ProgramSurveilans
1. Berperan aktif secara dini melakukan pengamatan terhadap penderita, kesling, perilaku masyarakat dan perubahan kondisi.
2. Analisis tentang KLB
3. Penyuluhan kesehatan secara intensif
4. Pencatatan dan pelaporan

Pemegang ProgramP2 Imunisasi
Bertanggung jawab dan mengkoordinir kegiatan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Imunisasi Polio, Campak, HB, BCG, DPT pada bayi ditempat pelayanan kesehatan ( Puskesmas, Posyandu dan pustu ).
2. Pelaksanaan Imunisasi TT pada BUMIL & WUS ditempat pelayanan kesehatan.
3. Penyuluhan imunisasi dan sweeping ke rumah target yang tidak datang ke tempat pelayanan kesehatan.

Pemegang ProgramP2 Diare
1. Penyuluhan untuk memasyarakatkan hidup bersih dan sehat serta memasyarakatkan oralit.
2. Kaporitisasi sumur-sumur dan sumber air sebanyak 2 kali se tahun.
3. Surveillance yaitu mengurangi dan menghindari kontak untuk mencegah penyebaran kasus.
4. Pecatatan dan Pelaporan.
5. Penemuan dan pengobatan penderita diare di dalam maupun di luar gedung.
6. Aktif dalam penyelidikan KLB/peningkatan kasus

Pemegang ProgramP2 DHF
1. Penentuan target sasaran, khususnya di desa endemis DHF, Penyuluhan DHF
2. Pemberantasan vektor melalui PJB dan PSM serta pelaksanaan ULV di wilayah kerja
3. Penemuan dan pengobatan penderita
4. Pencatatan dan Pelaporan
5. Melaksanakan Penyelidikan Epidemiologi DHF
6. Pemeriksaan larva
7. Pemantauan/monitoring jumantik desa endemis
8. Pertemuan berkala jumantik
9. Rekapitulasi laporan jumantik

Pemegang ProgramP2 TBC
1. Penyuluhan tentang TBC serta kunjungan dan follow up ke rumah pasien
2. Pencatatan dan Pelaporan kasus
3. Penemuan secara dini penderita TBC
4. Pengobatan penderita secara lengkap
5. Koordinasi dengan petugas laboratorium terhadap penderita/tersangka TBC untuk mencari BTA +

Pemegang ProgramP2 ISPA
1. Penyuluhan tentang ISPA
2. Penemuan secara dini penderita ISPA
3. Pengobatan penderita secara lengkap
4. Pencatatan dan Pelaporan kasus

Pemegang Program PMS-AIDS
1. Penyuluhan tentang PMS dan AIDS
2. Kerjasama dengan Yayasan peduli AIDS mengenai pendataan penderita PMS dan AIDS.
3. Penemuan secara dini penderita PMS dan AIDS.
4. Pengobatan penderita yang menderita maupun yang dicurigai.
Pemegang Program P2 Malaria
1. Penyuluhan tentang Malaria
2. Pemberantasan Nyamuk Anopeles.
3. Kerja sama dengan aparat pemerintahan desa dalam pelaporan pendatang terutama yang berasal dari daerah endemis Malaria.
4. Penemuan secara dini penderita malaria
5. Pengobatan penderita yang menderita maupun yang dicurigai.
Pemegang Program P2 Kusta
1. Penyuluhan tentang Kusta
2. Penemuan Penderita Kusta dengan pemeriksaan kontak, pemeriksaan anak sekolah dan case survey
3. Memberikan pengobatan yang tepat sesuai diagnosa dan klasifikasinya.
4. Melakukan pencegahan cacad dengan mengawasi dan mengevaluasi pengobatan
5. Pencatatan dan Pelaporan
Pemegang Program P2 Rabies
1. Pencatatan pasien yang digigit HPR ( Hewan Penular Rabies)
2. Pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi pasien digigit anjing
3. Pengamprahan dan pencatatan pemakaian VAR
4. Pembuatan laporan pasien dan vaksin
Pemegang Program Promosi Kesehatan
1. Mengkoordinir dan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan promosi kesehatan di wilayah kerja puskesmas.
2. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan promosi dilakukan bersama-sama dengan coordinator program yang terkait.
3. Kegiatan dalam Gedung
a. Penyuluhan langsung kepada perorangan maupun kelompok penderita di Puskesmas / Pustu
b. Penyuluhan tidak langsung melalui Media Poster / Pamflet

4. Kegiatan di luar Gedung
a. Penyuluhan melalui media masa, pemutaran Film, siaran keliling maupun media tradisional.
b. Penyuluhan kelompok melalui posyandu dan sekolah.

5. Koordinator pelaksanaan PHBS
6. Koordinator pelaksanaan Bali Sehat
7. Pencatatan dan pelaporan

Pemegang Program JPKMM
1. Pendataan KK dan anggota Gakin
2. Penyusunan perencanaan dana operasional JPKMM
3. Pencatatan operasional dana JPKMM
4. Pelayanan kesehatan untuk anggota JPKMM
5. Penyuluhan tentang prosedur dan tata laksana pemanfaatan kartu GAKIN
6. Pencatatan dan Pelaporan

Koordinator Unit KIA,KB, Gizi
1. Menyusun perencanaan dan evaluasi kegiatan di unit KIA,KB, Gizi, Kes. Anak, Kes Remaja
2. Mengkoordinir dan berperan aktif terhadap kegiatan di unitnya.
3. Ikut secara aktif mencegah dan mengawasi terjadinya masalah dan memecahkan masalah yang ada di unitnya.

 

Sumber Data Sistem Informasi Puskesmas

Sumber data adalah bukti nyata yang menggambarkan kondisi atau fakta yang sebenarnya di lapangan atau di masyarakat. Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian sehingga akan berguna untuk pengambilan keputusan. Data dapat dikumpulkan dengan berbagai macam cara, yaitu:

metode rutin
metode non-rutin.

Pengumpulan data secara rutin dilakukan untuk data yang berasal dari fasilitas kesehatan. Data ini dikumpulkan atas dasar catatan atau rekam medik pasien/klien baik yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan maupun yang dilayani di luar gedung fasilitas pelayanan kesehatan. Pengumpulan data secara rutin umumnya dilakukan oleh petugas kesehatan. Akan tetapi pengumpulan data secara rutin juga dapat dilakukan oleh masyarakat (kader kesehatan). Bentuk lain dari pengumpulan data secara rutin adalah registrasi vital. Adapun pengumpulan data secara non-rutin umumnya dilakukan melalui survei, sensus, evaluasi cepat (kuantitatif atau kualitatif), dan studi-studi khusus/penelitian.

 

Pencatatan Dan Pelaporan Kegiatan Sistem Informasi Puskesmas

Kegiatan-kegiatan pokok Pusskesmas yang diselenggarakan oleh puskesmas sejak berdirinya semakin berkembang. Usaha pokok kesehatan yang dapat dilaksanakan oleh puskesmas sesuai dengan kemampuan yang ada dari tiap-tiap puskesmas baik dari segi tenaga, fasilitas biaya/ anggaran yang tersedia. Oleh karena itu pemerintah dewasa ini menetapkan pokok-pokok usaha kesehatan puskesmas yang terdiri dari:

Upaya kesehatan ibu dan anak
Upaya keluarga berencana
Upaya peningkatan gizi
Upaya kesehatan lingkungan
Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
Upaya penyuluhan kesehatan
Upaya kesehatan sekolah
Upaya kesehatan olah raga
Upaya kesehatan masyarakat
Upaya kesehatan kerja
Upaya kesehatan gigi dan mulut
Upaya kesehatan jiwa
Upaya kesehatan mata.
Upaya laboratorium kesehatan
Upaya pencatatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan.

Pengembangan Indikator Sistem Informasi Puskesmas

Strategi pengembangan Puskesmas yang dilaksanakan, dimaksudkan untuk memberikan wadah bagi Puskesmas untuk mengembangkan diri sesuai potensi masing-masing yang tujuannya adalah peningkatan mutu layanan secara komprehensif (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif) dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip strategi pengembangan Puskesmas.

Indikator kinerja puskesmas

Kondisi bangunan Puskesmas
Ketersediaan listrik 24 jam
Alat kesehatan sesuai standard
Kecukupan sarana komunikasi
Pelaksanaan perencanaan
Pelaksanaan Upaya Kesehatan Pilihan
Pertemuan berkala lintas sector
Persentase Penduduk miskin ditangani
Cakupan Desa siaga aktif
Ketersediaan dan kecukupan air bersih
Kecukupan tenaga kesehatan
Ketersediaan obat sesuai standard
Ketersediaan sarana Transportasi
Kecukupan dana operasional
Pelaksanaan upaya kesehatan wajib
Rujukan medis dan kesmas
Pelaksaan diskusi kasus(audit kasus)
Presentase penduduk ditangani
Presentase kemandirian posyandu

 

DAFTAR PUSTAKA

http://vithalontaan.blogspot.co.id/2016/11/tugas-makalah-sistem-informasi.html

Kesehatan Ibu dan Anak


http://publichealthpromosion.blogspot.co.id/2016/05/makalah-sistem-informasi-puskesmas.html
http://www.puskesmastelukdalam.com/pages/ruang-lingkup
http://www.bankdata.depkes.go.id/puskesmas/

Anda mungkin ingin membaca ini